Silsilah Kerajaan Sriwijaya Mulai Dari Pendiri Hingga Raja Terkenalnya

Silsilah Kerajaan Sriwijaya Mulai Dari Pendiri Hingga Raja Terkenalnya – Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang menguasai perdagangan dan pelayaran di Semenanjung Malaya, Selat Malaka, dan Selat Sunda. Kerajaan ini merasa pusat penyebaran agama Buddha di Asia Timur dan Asia Tenggara.

Silsilah Kerajaan Sriwijaya Mulai Dari Pendiri Hingga Raja Terkenalnya

Dikutip berasal dari A Record of the Buddhist Religion as Practised in India and the Malay Archipelago oleh Junjiro Takakusu (1896: 671), bukti awal berkenaan keberadaan kerajaan ini berasal berasal dari abad ke-7, di mana seorang pendeta Tiongkok berasal dari Dinasti Tang, I Tsing, menulis bahwa ia datang ke Sriwijaya pada tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan.

Kerajaan Sriwijaya dikenal terhitung sebagai negara nasional pertama gara-gara antara ERA kejayaannya, daerahnya meliputi Indonesia bagian barat, Semenanjung Malaya, Siam pembagian selatan, sebagian Filipina, dan Brunei Darussalam di Pulau Kalimantan. jadi bagaimana dengan silsilah kerajaannya?

Berdasarkan catatan histori silsilah Kerajaan Sriwijaya atau susunan genealoginya banyak terputus dan penulisannya tidak teratur Dirangkum berasal dari berbagai sumber, selanjutnya ini adalah silsilah yang disepakati oleh para pakar berkenaan susunan raja yang memerintah Sriwijaya.

1. Dapunta Hyang Srijaya Nasa

Dapunta Hyang Srijaya Nasa merupakan raja pertama yang dipercaya mendirikan Kerajaan Sriwijaya. Namanya disebut didalam beberapa prasasti awal yang disebut sebagai “prasasti-prasasti Siddhayatra”, dikarenakan menceritakan perjalanan sucinya didalam menaklukkan wilayah-wilayah di sekitarnya.

Menurut Casparis dalam Prasasti Indonesia II: Selected Inscriptions from the 7th to the 9th Century, Dapunta Hyang berkuasa kira-kira akhir abad ke-7 hingga awal abad ke-8, tepatnya antara kurun 671 masehi sampai 702 masehi.

2. Sri Indrawarman

Sri Indrawarman merupakan seorang raja yang diyakini ambil alih Dapunta Hyang didalam memimpin Kerajaan Sriwijaya. Dikutip dari Islam in the Indonesian international An account of Institutional Formation oleh Azyumardi Azra (2006: 155-158), namanya dikenal berdasarkan surat yang dikirim kepada Khalifah Umar bin Abdul-Aziz berasal dari Bani Umayyah pada th. 718.

Surat itu menjelaskan bahwa pengirim surat merupakan seorang Maharaja, yang memiliki ribuan gajah, rempah-rempah, wewangian, serta kapur barus. Kotanya dilalui oleh dua sungai sekaligus untuk mengairi lahan pertanian mereka dan mengantarkan hadiah untuk khalifah antara waktu itu.

3. Raja Dharanindra

Dharanindra merupakan seorang raja dari Wangsa Sailendra yang memerintah lebih kurang th. 782. Namanya ditemukan dalam prasasti Kelurak dengan disertai gelar Sri Sanggrama Dhananjaya.

Sekitar th. 787, Dharanindra diyakini sukses menaklukkan Kerajaan Sriwijaya, termasuk area bawahannya di Semenanjung Malaya, yaitu Ligor. Prasasti Ligor ditulis oleh Dharanindra sebagai mengisyaratkan bahwa Wangsa Sailendra telah berkuasa atas Sriwijaya.

4. Raja Samaratungga

Sri Maharaja Samaratungga atau lebih dikenal sebagai Samaratungga merupakan raja Kerajaan Medang berasal dari Wangsa Syailendra yang memerintah pada th. 792-835. antara masa pemerintahannya, Samaratungga lebih mengutamakan pengembangan agama dan budaya. Candi Borobudur terasa tidak benar satu peninggalan pada jaman pemerintahannya.

Untuk memperkuat aliansi pada Wangsa Syailendra bersama dengan penguasa Sriwijaya terdahulu, Samaratungga menikahi Dewi Tara, putri Dharmasetu. berasal dari pernikahan itu, Samaratungga punya seorang putra pewaris takhta, Balaputradewa.

Persekutuan dan interaksi pernikahan kedua keluarga kerajaan bikin Raja Samaratungga akhirnya berkuasa baik di Kerajaan Medang Mataram sekaligus Kerajaan Sriwijaya.

5. Balaputradewa

Sri Maharaja Balaputradewa merupakan keturunan berasal dari Wangsa Syailendra, yaitu putra berasal dari Raja Samaratungga bersama Dewi Tara dari Sriwijaya. Ia terasa raja yang paling tenar berasal dari Kerajaan Sriwijaya.

Balaputradewa memerintah lebih kurang abad ke-9. antara ERA pemerintahannya, Sriwijaya berkembang pesat menjadi kerajaan yang besar dan merasa pusat agama Buddha di Asia Tenggara. Ia terhitung menjalin jalinan yang baik dengan kerajaan-kerajaan di India, layaknya Nalanda dan Cola.

6. Sri Sudamaniwarmadewa

Sri Sudamaniwarmadewa merupakan seorang raja Sriwijaya yang namanya tertera di dalam catatan sejarah Tiongkok. antara tahun 1003, ia mendedikasikan sebuah candi untuk dipersembahkan kepada kaisar Tiongkok yang dinamakan Candien Bunsu.

Pada jaman pemerintahan Sri Sudamaniwarmadewa, Kerajaan Sriwijaya dulu mendapat serangan dari Raja Darmawangsa berasal dari Jawa Timur. Serangan tersebut sukses digagalkan oleh tentara Sriwijiya.

Setelah penyerangan tersebut Sri Sudamaniwarmadewa digantikan oleh putranya yang bernama Marawijayatunggawarman.

7. Sri Marawijayatunggawarman

Sri Marawijayatunggawarman merupakan pewaris tahta dari Sri Sudamaniwarmadewa yang berhasil memimpin perang dan menaklukkan Kerajaan Medang di Jawa Timur.

Dikutip berasal dari Ancient Southeast Asia oleh John Norman Miksic, dkk., (2016: 417), peperangan berikut mengundang kematian Raja Dharmawangsa Teguh Anantawikrama dan kehancuran Kerajaan Medang.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *