Sejarah Yang Bakal Menimbulkan Pecahnya Persatuan Bangsa Indonesia – Keragaman suku bangsa, agama, budaya, hingga ras membuat Indonesia disebut sebagai negara bersama dengan penduduk majemuk. Kemajemukan ini merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak ternilai.
Sejarah Yang Bakal Menimbulkan Pecahnya Persatuan Bangsa Indonesia
Kendati demikian kemajemukan ini terhitung akan jadi persoalan tersendiri bagi Tanah Air. andaikan tidak benar dalam menyikapi keberagaman penduduk bakal berpotensi memicu pecahnya persatuan bangsa Indonesia.
Sejatinya, ada banyak peristiwa yang bisa membuat perpecahan. sejarah ini dapat disebabkan karena alasan ekonomi, agama, sampai politik. selanjutnya apa saja histori yang akan menyebabkan pecahnya persatuan bangsa Indonesia? saksikan ulasan berikut.
Peristiwa yang bakal mengakibatkan Pecahnya Persatuan Bangsa Indonesia
Berikut sebagian histori yang berpotensi memecah persatuan Nusantara:
1. histori Pemberontakan GAM
Menurut Murni Wahyuni, dkk. di dalam Jurnal The History of Free Aceh Movement’s Rebellion (Gerakan Aceh Merdeka, Gam) In Aceh Year 1976-2005, Gerakan Aceh Merdeka dengan sebutan lain GAM dideklarasikan oleh Hasan Tiro pada 1976.
Gerakan ini mulai bentuk kekecewaan yang diakibatkan oleh pemerintah pusat yang menganut mengetahui sentralisme. sejarah ini tidak cuman melibatkan propaganda, tetapi terhitung pakai senjata. tidak cuman itu, gerakan ini termasuk berupaya pembelahan bersama dengan lokasi NKRI.
2. sejarah Kerusuhan Jakarta 1998
Kerusuhan Jakarta 1998 mulai salah satu histori kelam di dalam peristiwa bangsa Indonesia. di dalam histori ini, terjadi perpecahan yang memakan ribuan korban di Tanah Air. Banyak masyarakat yang dijarah, disiksa, apalagi diperkosa.
Kerusuhan ini berawal berasal dari krisis finansial di wilayah Asia. kemudian peristiwa ini juga dipicu oleh tragedi Trisakti, di mana empat mahasiswa universitas Trisakti tewas ditembak didalam demonstrasi antara Mei 1998.
3. peristiwa Penurunan Patung Budha di Sumatera Utara
Mengutip Jurnal Konflik Antar Warga di Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara yang ditulis oleh Heni Ismiati dan Muhammad Ferdyansyah (2017), sejarah ini bermula berasal dari pembangunan dan peletakan Patung Buddha Amithaba dan Vihara Tri Ratna yang diduga mengganggu kenyamanan ibadah oleh warga Muslim di Tanjung Balai.
Pada 29 Juli 2016, Vihara tersebut dibakar agar menyebabkan ada sentimen budaya pada masyarakat Melayu Tanjung Balai Asahan degan etnis Cina di daerah tersebut.
4. kelompok Separatis Bersenjata di Papua
Terbentuknya group Separatis Bersenjata di Papua didorong oleh permasalahan PT Freeport yang tak kunjung ditutup oleh Indonesia. Pemerintah Indonesia justru memperpanjang kontrak PT Freeport.
Di samping itu, gerakan ini terhitung didorong oleh diskriminasi pemerintah terhadap wilayah Papua serta infrastruktur yang tidak merata antara Indonesia jatah Timur bersama dengan pembagian lagi tengah dan Barat.
Faktor Pendorong dan Penghambat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia
Mengutip buku pasti dapat Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SD/MI Kelas V postingan Tim Tunas Karya Guru, persatuan dan kesatuan berasal dari kata satu, yang berarti utuh atau tidak terpecah belah.
Persatuan merupakan kombinasi ikatan, dan kumpulan berasal dari beberapa pembagian yang udah bersatu. sesaat itu, kesatuan adalah hasil paduan bagian-bagian yang udah bersatu dan menjadi utuh.
Menurut Tim Ganesha Operation didalam buku bertajuk pasti bisa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMA/MA Kelas XI, hadir beberapa factor yang akan mendorong dan halangi persatuan dan juga kesatuan di Tanah Air, pada lain:
1. factor Pendorong Persatuan dan Kesatuan
Berikut faktor pendorong persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia:
Adanya sikap niat dan keinginan masyarakat Tanah Air untuk bersatu, layaknya yang dikatakan didalam Sumpah Pemuda.
Adanya ideologi nasional yang disebabkan oleh kuatnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia/
Adanya ancaman berasal dari luar negeri yang menimbulkan timbulnya semangat nasionalisme dan patriotisme bangsa.
2. faktor Penghambat Persatuan dan Kesatuan
Berikut factor penghambat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia:
Kurangnya sikap toleransi antar individu.
Kurangnya penghargaan pada keberagaman di Nusantara.
Kurangnya kewaspadaan pada ancaman dari didalam dan luar negeri.
Merasa tidak suka dengan hasil pembangunan dan kebijakan pemerintah.